doa dan imej

doa dan imej
                                                                                                                                                                      

Isnin, 12 Ogos 2013

6 hak muslim ke atas muslim yg lain


“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila ia mengundangmu penuhilah undangan itu, apabila ia minta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, dan apabila di bersin dan mengucapkan "Al Hamdu lillah", maka ucapkanlah "Yarhamukallah", apabila ia sakit maka jenguklah dan apabila ia mati maka ikutilah (hantarkanlah jenazahnya sampai ke kuburnya)". (HR. Muslim).

  1.   Mengucapkan Salam.
Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya. Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun saf dengan tujuan menegakkan kebenaran dan menghindari faktor-faktor yang menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya. Oleh kerana itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat antara satu sama lain dan menimbulkan rasa saling menyintai dimulakan dengan mengucap dan menyebarkan salam : 



Sabda Rasulullah SAW: "Demi zat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk syurga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyintai. Mahukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyintai. Sebarkan salam di kalangan kamu." 
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin membuktikan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang itu tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, kerana salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman. Rasulullah saw bersabda : "Ucapkan salam sebelum memulai berbicara".

2. Memenuhi Undangan
Apabila ia mengundangmu engkau memperkenankan undangannya. Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh kerana itu kewajipan yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :"Penuhilah undangan ini jika kamu diundang". Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, kerana kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang.

"Sesiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri." 
(Riwayat Abu Daud)

3. Memberi Nasihat
Apabila ia meminta nasihat, engkau menasehatinya. Memberi nasihat kepada sudara muslim yang memintanya juga hendaklah dipenuhi. Kerana nasihat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasihat yang tulus akan memberi kesan dan berpengaruh sehingga menusuk ke dalam hati yang sentiasa terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasihati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasihatkan, kerana nasihat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasihati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasihat sebagaimana sabda Rasulullah saw :“Agama itu nasihat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasihat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.

4. Mendoakannya ketika bersin
Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya). Mendoakan saudara yang bersin merupakan satu tanda perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, Tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya membalas dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah. Ketika mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wayuslihu balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu). 
Doa tersebut mencerminkan terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.



5. Menjenguknya ketika ia sakit
Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya. Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita pesakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban pesakit dan dapat menghiburnya. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. “Ia berkata: “Wahai Rabbku, bagaimana boleh aku menjengukMu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian Alam?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ? " (HR.Muslim). 

Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan syurga, sabda Rasulullah saw :" Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang sedia dipetik, sampai akhirnya ia kembali " (HR.Muslim). 


6. Mengiringi jenazahnya ke kubur
'Apabila ia mati hendaklah engkau hantarkan jenazahnya'. 
(HR.Muslim dan Tirmizi). 

Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di syurganya Insya Allah. Allah swt akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : 'Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kiamat'.

Betapa indah ajaran Islam, ia mengajarkan kepada kita agar senantiasa hidup dalam suasana damai dan harmoni. Semua ini wujud apabila kita hidup saling sayang menyayangi sesama manusia. Setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah SWT. 

Mudah-mudahan kita diberikan hidayah oleh Allah SWT agar dianugerahkan sifat kasih sayang, hubungan baik kepada Allah (hablumminallah) dan hubungan baik sesama manusia (hablumminannas) 

2 ulasan:

  1. tapi kalo misalkan kit tidak di undang dalam suatu acara, tapi kita memenuhi acara tersebut..
    hukumnya gimana pak ustadz? terimakasih

    insya allah bermnfaat http://tanjungherbal.com/shampo-noni-bsy/

    BalasPadam
  2. hak yang harus dipatuhi..
    terimakasih untuk postingannta pak ustadz (Y)

    Insya Alloh bermanfaat http://mobildatsunbandung.com/

    BalasPadam