doa dan imej

doa dan imej
                                                                                                                                                                      

Selasa, 11 Februari 2020

MINTALAH HISAB YANG MUDAH

   
              
Kesenangan atau kepayahah hidup di dunia adalah sementara, ianya pasti hilang dengan datangnya Malaikat Maut yang mencabut roh dari jasad. bermula dari situ maka berpisahlah kita dengan orang yang kita kasihi. Kematian membuktikan bahawa kita begitu kerdil diatas mukabumi ini. Mati menyedarkan kita daripada angan-angan yang panjang mengenai keseronokan hidup yang tidak berkekalan. Kehidupan dunia adalah sementara, kehidupan sebenarnya adalah bermula di akhirat.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi   bersabda:

“Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.” 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dan ath-Thabrani. Hadis ini dinilai Shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, no.3591).

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Nashir ar-Rasyid berkata: 

“Maksud hisab menurut syariat adalah dihadapkan dan diingatkannya para hamba terhadap seluruh amalannya yang baik dan yang buruk, sebelum mereka pergi dari Mahsyar, selain sebagian hamba-Nya yang beriman yang diistimewakan oleh Allah   (sehingga masuk Surga tanpa hisab dan tanpa azab). Hal ini benar-benar akan terjadi pada Hari Kiamat, berdasarkan Alquran, as-Sunnah, dan Ijma’. Oleh karena itu, wajib beriman dengannya dan meyakini terjadinya.”

Allah berfirman dalam surah Al-Qiyamah ayat 13-14:

"Pada hari itu, manusia diberitahu akan apa yang ia telah lakukan, dan apa yang ia telah tinggalkan. Bahkan manusia itu, (anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri".
(al-Qiyamah: 13-14)



Firman Allah  dalam surah al-Hijr ayat 92-93:

"Demi Tuhanmu! Kami akan menyoal mereka (yang kafir itu) semuanya (pada hari kiamat kelak). Mengenai apa yang mereka telah lakukan".
(al-Hijr: 92-93)

Manusia akan ditanya tentang seluruh perbuatan yang telah dilakukannya pada hari kiamat kelak. Pada hari itu Allah memperlihatkan catatan amal setiap hamba-Nya.Setiap orang tidak akan terlepas daripada melihat setiap perlakuan samaada yang baik ataupun yang buruk ketika hidup di dunia. Tidak ada satu pun terlepas kerana Malaikat sentiasa mencatat setiap perlakuan manusia.

Rasulullah sering berdoa di dalam solat dengan mengucapkan:

اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا

 'Allahumma haasibnii hisaabay yasiiroo'  yang maksudnyaYa Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah. 

Semoga Allah permudahkan kita pada saat hari perhitungan amal di Akhirat nanti. Aamiin.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan